askep ulcus diabeticum

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ULCUS DIABETICUM

Pengertian

  • Ulkus diabetic adalah ulkus yang dijumpai pada penderita Diabetes Melitus.
  • Gangren diabetic adalah gangrene yang dijumpai pada penderita Diabetes Melitus.
  • Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir.
  • Gangren adalah kematian jaringan yang terjadi akibat makro dan mikroangiopatI Diabetik dan disertai atau tanpa disertai faktor trauma atauinfeksi.

Anamnesis

  • Luka yang tidak sembuh-sembuh.
  • Riwayat DiabetesM
  • Faktorrisiko :luka kecelakaan, trauma sepatu, stress berulang, trauma panas, iatrogenic, oklusi vascular, kondisi kulit atau kuku.

PemeriksaanFisik

  • 5P: Pain (nyeri), Paleness (kepucatan), Paresthesia (parestesiadankesemutan), Pulselessness (denyut nadi hilang), Paralysis (lumpuh).
  • Sifat luka, tempat.
  • Tidak nyeri,
  • Tanda insufisiensi vaskuler.

Kriteria Diagnosis

  1. Anamnesis
  2. Pemeriksaan fisik
  3. Pemeriksaan penunjang

Berat ringannya lesi, kelainan kaki diabetikdibagidalamderajatmenurut Wagner (1983) :

0 Tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki aibat neuropati.
1 Ulkus superfisialis terbatas pada kulit.
2 Ulkus lebih dalam, menembus tendon dantulang.
3 Ulkus dalam disertai abses dengan kemungkinan selulitis dan atauosteomielitis
4 Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa  selulitis.
5 Gangrene seluruh kaki atau sebagian tungkai.

Diagnosis Kerja

Ulkus diabetik

DiagnosisBanding

  1. Gangrenkarena PAPO (PenyakitArteriPeriferOklusif)
  2. Penyakit arteriosklerotik obliterans
  3. Ulcus trophicum atau ulkus trofik karena varices rungkai.

Pemeriksaan Penunjang

  • Pemeriksaanlaboratorium:DarahLengkap, GulaDarah, A1c, kultur pus danteskepekaankuman.
  • Pemeriksaanradiologi :fotopolosekstremitas, doppler USG bilaadaindikasigangguanvaskular.

Tata Laksana

Nonbedah :

  • Pengendalian penyakit DM.
  • Obat-obatan anti agregasitrombosit.
  • Perawatan luka ulukus,infeksi selulitis, abses, osteomelitis.
  • Antibiotika sesuai kultur dan tes kepekaan, secara empiris dapat diberi kombinasi golongan Gram (-), Gram (+) dan anaerob.

Bedah:                                         

  • Insisi drainage abses.
  • Nekrotomiatau debridement.
  • Rekonstruksi vaskuler
0

Edukasi : alas kaki khusus dan pelengkap alas kaki yang dianjurkan. Sepatu atau sandal yang dibuat secara khusus dapat mengurangi tekanan yang terjadi. Bilapada kaki terdapattulang yang menonjol atau adanya deformitas, biasanya tidak dapat hanya diatasi dengan penggunaan alas kaki buatan umumnya memerlukan tindakan pemotongan tulang yang menonjol (exostectomy) atau dengan pembenahan deformitas.

1 Memerlukan debridement jaringan nekrotik atauj aringan yang infeksius, perawatn local luka dan pengurangan beban.
2 Memerlukan debridement, antibiotika yang sesuai dengan hasil kultur, perawatan local luka dan teknik pengurangan beban yang lebih berarti.
3 Debridement jaringan yang sudahmenjadi gangrene, amputasisebagian, imobilisasi yang lebihketat, dan pemberian antibiotika parenteral yang sesuai dengan kultur.
4

Pada tahap ini biasanya memerlukan tindakan amputasi sebagian atau amputasi seluruh kaki.

Penyulit

  • Kaki diabetik
  • Gas gangrene
  • Infeksi
  • Sepsis

Edukasi

Diagnosa, terapi, prognosa

Pencegahan kaki diabetic, antara lain :

  1. Kaki harus dibersihkan secara teliti dan dikeringkan dengan handuk kering setiap kali mandi.
  2. Kaki harus di inspeksi setiap harI termasuk telapaknya, dapat dengan menggunakan cermin.
  3. Kaki harus dilindungi dari kedinginan.
  4. Kaki harus dilindungi dari kepanasan, batu atau pasir panas dan api.
  5. Sepatu harus cukup lebar dan pas.
  6. Dianjurkan memakai kaus kaki setiap saat.
  7. Kaus kaki harus cocok dan dikenakan secara teliti tanpa lipatan.
  8. Alas kaki tanpa pegangan, pita atau tali antara  jari.
  9. Kuku dipotong secara lurus.
  10. Cuci dan keringkan kaki secara hati-hati setiap hari.
  11. Gunakan bedak anti jamur.
  12. Jangan berjalan tanpa alas kaki.
  13. Jangan menggunakan sepatu yang terlalu sempit.
  14. Jangan menggunakan botol berisi air panas.
  15. Jangan menyepelekan setiap trauma pada kaki.

Konsultasi

  • Dokter spesialis bedah
  • Bila ada penyakit penyerta yang lain maka konsultasi kedokter spesialis terkait.
  • Bila diperlukan untuk menentukan toleransi operasi, dapat konsultasi kedokter spesialis anestesi, dokter spesialis penyakit dalam, spesialis neurologi, dan lain-lain.

Prognosis

Prognosis sangat tergantung dari usia karena semakin tua usia penderita semakin mudah untuk mendapatkan masalah yang serius pada kaki dan tungkainya, lamanya menderita Diabetes Melitus, adanya infeksi yang berat, derajat kualitas sirkulasi, dan keterampilan dari tenaga medis atau paramedic.

Indikator Medis

Indikasi MRS :

  1. Semua pasien dengan infeksi berat. (Derajat infeksi, lihat Lampiran 1)
  2. Pasien dengan infeksi sedang disertai penyulit (seperti penyakit arteri perifer), atau pasien yang memerlukan tindakan debridement segera
  3. Pasien dengan Critical Limb Ischaemia
  4. Pasien yang tidak memenuhi kriteria di atas, namun tidak mengalami perbaikan dengan terapi rawat jalan.
  5. Pasien ulkus diabet dengan kontrol gula darah yang buruk.

Indikasi KRS :

  • Gejala klinis membaik, pasien dapat melakukan aktivitas harian dengan  baik, dan tidak ada komplikasi pasca operasi.

Diagnos Keperawatan

  1. Nyeri akut (D.0077)
  2. Gangguan mobilitas fisik (D.0054)
  3. Ketidakstabilan kadar gula darah (D.0027)
  4. Perfusi perifer tidak efektif (D.0009)
  5. Defisit Nutrisi ( D.0019)
  6. Risiko perfusi perifer tidak efektif (D.0015)
  7. Defisit perawatan diri (D.0108)
  8. Gangguan persepsi sensori (D.0085)
  9. Anxietas (D.0080)
  10. Gangguan citra tubuh (D.0083)
  11. Keputusasaan (D.0088)
  12. Risiko jatuh (D.0143)
  13. Risiko infeksi (D.0141)

Luaran dan Intervensi Keperawatan

Kunjungi di situs : https://n2ncollection.com

Daftar Pustaka

  1. Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds). (2014). NANDA international Nursing Diagnoses: Definitions & classification, 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell.
  2. PedomanPelayananMedikDokterSpesialisBedahUmum Indonesia edisikedua, 2006
  3. Lewis, SL., Dirksen, SR., Heitkemper, MM, and Bucher, L.(2014).Medical surgical Nursing. Mosby: ELSIVER
  4. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  5. Tim Pokja SLKI DPP PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
  6. Tim Pokja SIKI DPP PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

 

Tags: , , , , , , ,